ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. S DENGAN DIAGNOSA MEDIS GE (GASTROENTERITIS) DI RUANG ASHOKA RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN

Immas Lailatul Faizah • Riesmiyatiningdyah Riesmiyatiningdyah • Faida Annisa
Thesis Kerta Cendekia Nursing Academy • Haziran 2019 Endonezya

Download full text
(Bahasa Indonesia, 146 pages)

Abstract

Menurut FKUI (1991) dalam Nabiel (2017), diare adalah pola buang air besar yang tidak normal dengan bentuk tinja encer serta adanya peningkatan frekwensi BAB yang lebih biasanya. Di kalangan masyarakat ada sebuah kepercayaan yang mengatakan bahwa saat mencuci pakaian anak proses merendam tidak boleh terlalu lama. Bisa membuat anak gampang masuk angin dan mencret-mencret. Tetapi hal ini sama sekali tidak masuk akal kalau anak mengalami gejala awal diare dari pakaian masih lembab atau masih basah saat digunakan ditambah pola makannya yang tidak baik atau lingkungan yang kurang higienis (Adi Tagor, 2014). Di Indonesia, kematian anak dan balita masih sangat tinggi yang disebabkan oleh diare dengan prevalensi tertinggi dideteksi pada anak balita (1-4 tahun) yaitu 16,7%. Pada tahun 2003 hingga 2010, berdasarkan survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit diare, insiden diare cenderung naik yakni tahun 2003 sebanyak 374/1000 penduduk, tahun 2006 naik menjadi 423/1000 penduduk dan tahun 2010 menjadi 411/1000 penduduk. Di tahun 2017 Provinsi Jawa timur kasus diare yang ditangani kesehatan sebanyak 1.279.021 dan di daerah Sidoarjo sebanyak 45.985 (Kemenkes RI, 2017). Diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, kerancunan makanan, dan alergi makanan. Diare akut disebabkan oleh infeksi bakteri (Vibrio cholerae, Escherichia coli, Salmonella sp, Shigella sp, dan bakteri nonpatogen bila jumlahnya berlebihan), infeksi virus (virus ECHO, poliomielitis, virus Coxsackie, Orbivirus), keracunan makanan dan alergi makanan. Mula-mula bayi atau anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Feses makin cair, mungkin mengandung darah atau lendir, dan feses berubah menjadi kehijauan karena bercampur empedu. Akibat seringnya defekasi, anus atau sekitarnya lecet karena feses makin lama menjadi asam. Komplikasi yang diakibatkan oleh diare biasanya akan terjadi dehidrasi, renjatan hipovolemik, hipokalemia, hipoglikemia, intoleransi sekunder akibat kerusakan vili mukosa usus dan defesiensi enzim laktase, kejang dan malnutrisi energi protein. Pembuatan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan pada pasien anak dengan diagnosa medis Gastroenteritis di ruang Ashoka RSUD Bangil.

Metrics

  • 32 views
  • 9 downloads

Publisher

Kerta Cendekia Nursing Academy

Kerta Cendekia Nursing Academy is one of the universities in the field of health, especially nurs... see more