ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. H DENGAN DIAGNOSA MEDIS INFARK MIOKARD AKUT (STEMI ANTERIOR) DI RUANG MELATI RSUD BANGIL – PASURUAN

Intan Berliani • Dini Prastyo Wijayanti • Agus Sulistyowati
Thesis Kerta Cendekia Nursing Academy • Haziran 2019

Download full text
(Bahasa Indonesia, 109 pages)

Abstract

Masyarakat sering menganggap nyeri dada yang menjalar hanyalah rasa capek biasa, kemungkinan besar itu tanda dari penyakit jantung. Nyeri pada infark miokard akut tidak bisa hilang sendirinya, meskipun gejala berkurang saat istirahat. Pada masyarakat masih salah persepsi ketika mereka istirahat, gejala mereka hilang berarti mereka sembuh. Salah satu penyebab adalah anggapan bahwa penyakit yang ia derita hanya gejala masuk angin atau angin duduk biasa. Cara yang paling sering ditempuh untuk mengatasi gejala masuk angin adalah dengan menggosokkan balsam atau minyak rempah pada tubuh penderita. Setelah itu sering kali dilanjutkan dengan mengerik, yaitu menggoreskan uang logam pada punggung dan dada hingga meninggalkan bekas berwarna kemerahan dan berpola seperti tulang sirip ikan. Bekas goresan yang berwarna lebih merah sampai kehitaman adalah pertanda banyaknya angin yang masuk ke dalam tubuh. Adapun jika penderita bersendawa saat digosok atau dikerik, maka angin dianggap sudah berhasil dikeluarkan dari tubuh ( Yahya, 2010 ). Dari data WHO tahun 2012 menunjukkan bahwa Infark Miokard Akut atau IMA merupakan penyebab kematian utama di dunia. Terhitung 12,2% kematian di dunia di akibatkan oleh penyakit kardiovaskuler salah satunya adalah Infark Miokard Akut (WHO, 2012). Penyebab utama dari terjadinya infark miokard adalah ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan oksigen di jaringan otot jantung. Kebutuhan oksigen di jaringan otot jantung yang tinggi, tetapi pasokan (supply) oksigen ke daerah tersebut kurang. Jika tidak mendapatkan oksigen dalam waktu yang cukup lama, lama kelamaan jaringan otot jantung dapat rusak dan bersifat menetap. Sehingga darah yang membawa oksigen tidak mencapai otot jantung. Infark miokard yang sering terjadi karena disebabkan sumbatan pembuluh darah jantung atau ischemia. Tanda dan gejala dari IMA terjadi nyeri dada yang terjadi secara mendadak dan terus-menerus tidak mereda, nyeri sering disertai dengan sesak nafas, pucat, dingin, diaphoresis berat, pening atau kepala terasa melayang dan mual muntah. Keluhan yang khas ialah nyeri dada seperti diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas atau tertindih barang berat, dan menjalar ke lengan (umumnya kiri), bahu leher, rahang bahkan kepunggung dan epigastris (Kasron, 2012). Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnose Infark Miokard Akut di ruang Melati RSUD Bangil Pasuruan.

Metrics

  • 44 views
  • 14 downloads

Publisher

Kerta Cendekia Nursing Academy

Kerta Cendekia Nursing Academy is one of the universities in the field of health, especially nurs... see more