ASUHAN KEPERAWATAN PADA By. Ny. L DENGAN DIAGNOSA MEDIS BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANGPERINATOLOGI RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN

Achmad Rifa’I • Riesmiyatiningdyah Riesmiyatiningdyah • Faida Annisa
Thesis Kerta Cendekia Nursing Academy • Июнь 2019 Индонезия

Download full text
(Bahasa Indonesia, 117 pages)

Abstract

BBLR termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas dan disabilitas neonatus, bayi dan anak serta memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupan nya dimasa depan (Atikah dan Cahyo, 2010). Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sholihah, dkk. (2014) pada suku Tengger menyebutkan adanya budaya tabu makanan saat hamil, yaitu pada jenis buah-buahan, lauk, sayuran, makanan di anggap panas dan tidak lazim seperti kembar atau dempet. Budaya tabu terhadap makanan juga mempengaruhi zat gizi dari makan yang di peroleh ibu hamil. Kebutuhan zat gizi meningkat ketika saat hamil dan tabu makanan dapat memperparah kejadian kurang gizi saat kehamilan. Bila tabu makanan dilakukan dengan ketat maka dapat mempengaruhi zat gizi ibu saat hamil dan dapat terjadi defisiensi zat gizi (Sholiha, dkk, 2014). Berdasarkan WHO (2010) prevalansi bayi berat lahir rendah di perkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3% - 38% dan lebih sering terjadi di negara - negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah.Angka kejadian di Indonesia sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain, yaitu berkisar antara 9% - 30%, hasil studi di 7 daerah multicenter di peroleh angka BBLR dengan rentang 2,1% - 17,2%. Komplikasi yang di alami bayi dengan berat lahir rendah meliputi asfiksia, aspirasi atau gagal bernafas secara spontan dan teratur sesaat atau beberapa menit setelah lahir, hipotermia atau gangguan termoregulasi, gangguan nutrisi dan resiko infeksi.Masalah pada bayi dengan berat badan lahir rendah juga meliputi permasalahan pada system pernafasan, susunan syaraf pusat, kardiovaskuler, hematologi, gastrointestinal, ginjal dan termoregulasi (Atikah dan Cahyo, 2010). Dan upaya untuk menurunkan angka BBLR dan mengantisipasi angka BBLR yang turun untuk tidak meningkat kembali.Salah satu dapat dilakukan guna mencegah terjadinya BBLR adalah mengusahakan semua ibu hamil mendapatkan perawatan antenatal yang komprehensif, memperbaiki status gizi ibu hamil dengan mengkonsumsi makanan yang lebih sering atau lebih banyak, dan lebih diutamakan makanan yang mengandung nutrient yang memadai, menghentikan kebiasaan merokok, menggunakan obat-obatan terlarang dan alcohol pada ibu hamil, meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan di mulai sejak umur kehamilan muda. Apabila kenaikan berat badannya kurang dari 1 kg per bulan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahli gizi (Atikah dan Cahyo, 2010). Penyusunan karya ilmiah ini ditujukan untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan pada bayi dengan diagnosa medis berat bayi lahir rendah di ruang PERINATOLOGI RSUD Bangil.

Metrics

  • 34 views
  • 8 downloads

Publisher

Kerta Cendekia Nursing Academy

Kerta Cendekia Nursing Academy is one of the universities in the field of health, especially nurs... see more