ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OPERASI SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PREEKLAMPSIA BERAT DI RUANG MAWAR RSUD BANGIL PASURUAN

Karina Sarahsean Krismonita • Marlita Dewi Lestari • Kusuma Wijaya Ridi Putra
Thesis Kerta Cendekia Nursing Academy • June 2019 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 108 pages)

Abstract

Sectio caesarea biasanya dilakukan karena beberapa indikasi diantaranya komplikasi kehamilan seperti pre-eklamsi, partus lama, ketuban pecah dini, letak sungsang, panggul sempit (Padila Pratiwi, 2011). Di masyarakat terutama pada ibu hamil kebanyakan ibu kurang menyadari dan memahami tentang tanda-tanda preeklampsia berat seperti pembengkakan pada kaki, sakit kepala, peningkatan berat badan, pusing, mual, muntah dan nyeri perut. Penanganan umumnya hanya diberi kompres pada bagian yang bengkak namun tidak ada penaganan khusus misalnya memeriksakan keadaannya kepada ahli medis. Tanda-tanda tersebut dianggapnya sebagai masalah yang normal yang dialami pada ibu hamil. Di lingkungan yang terpencil jauh dari fasilitas kesehatan banyak ibu yang kurang menyadari terhadap pentingnya memeriksakan kehamilan atau biasanya disebut dengan ANC (Ante Natal Care) sehingga pengetahuan tentang mengatur jarak kehamilan yaitu 2 tahun dengan umur yang kurang tepat yaitu usia yang beresiko kurang dari 20 tahun dan diatas 35 tahun serta kurangnya kepedulian kesehatan di lingkungan tersebut sehingga dapat menyebabkan Pre Eklampsia Berat(Prawiroharjo, 2008). Preeklampsia merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada kehmilan di Dunia. Menurut organisasi WHO pada tahun 2012 angka kejadian Pre Eklampsia Berat sekitar 0,51% - 38,4%. Di Indonesia hasil penelitian ibu yang melahirkan dengan indikasi Pre Eklampsia Berat sebesar 23,91% (JKS, 2013). Sedangkan ibu yang melahirkan dengan indikasi Pre Eklampsia Berat di Jawa Timur di rumah sakit pemerintah rata-rata 19% dan di rumah sakit swasta lebih dari 36% (Judhita, 2012). Di Indonesia angka kejadian sectio caesarea menurut data survey nasional pada tahun 2011 adalah 921.000 dari 4.039.000 persalinan sekitar 22,8% dari seluruh persalinan (IDI, 2012). Penyebab Preeklampsia belum diketahui secara pasti, namun faktor predisposisi Preeklampsia adalah umur kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun, penyakit jantung, diabetes mellitus, hipertensi kronis, malnutrisi dan keadaan atau status sosial ekonomi yang rendah. Kemungkinan penyebab Pre Eklampsia yaitu gangguan aliran darah ke plasenta atau uterus, kerusakan pada pembuluh darah plasenta dan gizi buruk. Pada wanita dengan Preeklampsia pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah plasenta terganggu, sehingga lorong pembuluh darah lebih sempit dari seharusnya serta melakukan reaksi berbeda terhadap rangsangan hormon. Kondisi itu menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang bisa dialirkan. Tanda gejala Pre Eklampsia Berat tekanan darah diastolic>110 mmHg, kenaikan protein urine positif 3, oliguria (Urin, 5gr/L), hiperfleksia, gangguan penglihatan, nyeri epigastrik, hipertensi, produksi urin menurun, ada kandungan protein yang tinggi dalam urin (Proteinuria). Salah satunya penanganan yang cepat dan tepat adalah dengan operasi sectio caesarea karena jika tidak segera ditindak lanjuti dapat menyebabkan kematian pada ibu dan janinnya (Benson dan Pemol, 2010). Dilakukan penulisan karya tulis ilmiah ini ditujukan untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosa Preeklampsia Berat di RSUD Bangil Pasuruan.

 

Metrics

  • 240 views
  • 372 downloads

Publisher

Kerta Cendekia Nursing Academy

Kerta Cendekia Nursing Academy is one of the universities in the field of health, especially nurs... see more