ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKAS PRE EKLAMPSIA BERAT DI RUANG NIFAS RSUD BANGIL PASURUAN

Mufida Indah Anggraini • Marlita Dewi Lestari • Meli Diana
Thesis Kerta Cendekia Nursing Academy • May 2019

Download full text
(Bahasa Indonesia, 131 pages)

Abstract

PEB (Pre Eklampsi Berat) adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih (Hidayat, 2009). Bila tidak segera ditindak lanjuti pre eklampsi berat akan menyebabkan kematian pada ibu dan janin. Diagnosis ditetapkan dengan tiga dari trias pre eklampsi yaitu kenaikan berat badan edema, kenaikan tekanan darah, dan terdapat proteinuria (Manuaba, 2012). Diperkirakan masih banyak ibu hamil kurang mengetahui tanda-tanda pre eklampsi berat, ketika kaki ibu hamil bengkak hanya di rendam pada air hangat tanpa ada penanganan khusus untuk menjaga kehamilannya, seperti memeriksakan kehamilannya ke pelayanan kesehatan. Apabila tidak ditangani dengan cepat dapat menimbulkan dampak bagi ibu seperti plasenta tidak berfungsi dengan baik yang bisa disebabkan oleh kelainan plasenta, selain itugizi buruk, kadar lemak tubuh yang tinggi ketidakcukupan aliran darah ke rahim dan dapat menyebabkan masalah yang serius bagi ibu bahkan bisa mengakibatkan kematian. Dan menimbulkan juga dampak bagi bayi bisa mengakibatkan kekurangan nutrisi karena tidak memadainya aliran darah rahim ke plasenta, bisa menyebabkan keterlambatan pertumbuhan bayi dalam kandungan, kelahiran prematur, dan bayi lahir mati (stillbirth). Karena itu semua kebanyakan ibu hamil kurang menyadari dan memahami tanda-tanda dari pre eklampsi berat. Jadi seharusnya ibu hamil sering melakukan pemeriksaan antenatal yang teratur untuk mencegah terjadinya pre eklampsi berat (Benson, 2010). Resiko persalinan pada ibu dengan Pre Eklampsi Berat (PEB) sangatlah tinggi, angka kejadiannya menurut WHO, 0,51% - 38,4%, maka perlu dilakukan dengan tindakan Sectio Caesarea (SC) jika dalam 24 jam tidak dapat diselesaikan dengan persalinan pervagina. Di negara aju angka kejadian pre eklampsi berkisar 6 – 7 % dan eklampsi 0,1 – 0,7 %. Sedangkan angka kematian ibu yang diakibatkan pre eklampsi dan eklampsi di negara berkembang masih tinggi (Amelda, 2008). Penyebab pasti pre-eklampsia berat belum diketahui, sehingga masih sulit untuk dicegah kemunculannya. Para ahli percaya bahwa masalah kelainan plasenta merupakan faktor utama yang menyebabkan pre eklampsia. Namun secara umum gejala yang ditunjukkan pre eklampsia berat meliputi tekanan darah 160 / 110 mmHg, proteinuria. Pusing, perubahan status mental, output urine berkurang atau tidak ada output urine, sakit kepala, mual dan muntah, nyeri di bagian atas kanan perut. Dampak dari pre eklampsia ini dapat merusak organ-organ dalam tubuh, seperti hati, ginjal dan otak. Pre eklampsia berat dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah menjadi tinggi. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan pada klien dengan Post Sectio Caesarea indikasi preeklamsi berat di ruang nifas RS Umum Bangil.

Metrics

  • 27 views
  • 10 downloads

Publisher

Kerta Cendekia Nursing Academy

Kerta Cendekia Nursing Academy is one of the universities in the field of health, especially nurs... see more