ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. N DENGAN DIAGNOSIS MEDIS PENDARAHAN POST PARTUM DI RUANG NIFAS RSUD. BANGIL PASURUAN

Enny Pebriyanti • Agus Sulistyowati • Riesmiyatiningdyah Riesmiyatiningdyah
Thesis Kerta Cendekia Nursing Academy • May 2019

Download full text
(Bahasa Indonesia, 85 pages)

Abstract

Pendarahan Post partum adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi plasenta serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandung seperti sebelum hamil dengan waktu kurang dari enam minggu (saleha, 2009). Berdasarkan kondisi diatas dapat dilihat bahwa pendarahan post partum dapat terjadi karena stres, yakni merasa tidak sanggup menjalani peran baru ditambah dengan lingkungan yang sama sekali tidak mendukung. Tetapi dalam lingkup kehidupan di masyarakat mereka menyebutnya dengan masa nifas dan masyarakat percaya setelah perdarahan post partum semuanya akan berjalan dengan normal (tidak beresiko) sehingga tidak memerlukan permeriksaan tambahan. Dalam keseharian masyarakat kebiasaan terdapat larangan jenis makanan tertentu, contohnya biasanya dilarang mengosumsi makanan yang berbau amis karena keperacayaan di masyarakat mengatakan bahwa lukanya akan lama sembuh dan gatal bila memakan seperti itu, dampak positifnya tidak ada dampak negatif merugikan karena masa post partum (masa nifas) memerlukan makanan yang bergizi seimbang agar ibu dan bayi sehat. adapun mitos yang beredar di masyarakat ibu saat masa nifas dilarang tidur siang dampak negatif nya karena masa nifas harus cukup istirahat, kurangi kerja yang berat. Karena tenaga yang tersedia sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu. Perdarahan Post partum merupakan penyebab utama kematian ibu pasca persalinan. Semua wanita yang melahirkan dengn usia kehamilan lebih dari 20 minggu beresiko untuk mengalami perdarahan post partum dan gejala sisanya. Pada kasus Di dunia ibu meninggal dunia dengan kasus perdarahan post partum sekitar 453 per 100.000 kelahiran. Kementrian Kesehatan RI menyebutkan, angka kematian ibu di tahun 2017 tercatat di indonesia sekitar 305 per 100.000 kelahiran. Disebut sebagai ibu dengan perdarahan post partum yaitu perdarahan lebih dari 500-600 ml dalam masa 24 jam setelah anak dan plasenta lahir. Faktor terjadinya perdarahan post partum (Bahri,2006) yaitu Atonia uteri ketika dilihat dari faktor umur,partus lama, dan partus terlantar, uterus terlalu renggang dan besar, mioma uteri dan malnutrisi, sisa plasenta dan selaput ketuban, jalan lahir seperti terjadinya robekan peritoneum,vagina serviks dan rahim, adapun faktor lain yaitu penyakit darah seperti pre-eklamsi dan eklamsi,hepatitis, dan kematian janin yang lama dalam kandungan. Kondisi dalam persalinan sangat sulit menentukan jumlah perdarahan karena tercampur dengan air ketuban dan serapan pakaian atau kain alas tidur. Sehingga penentuan untuk peradrahan dilakukan setelah bayi lahir dan penentuan untuk peradarahan dilihat dari perdarahan lebih normal yang telah menyebabkan perubahan tanda tanda vital (Bahri, 2006). Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk Mengindentifikasi asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnose pendarahan post partum di ruang Nifas RSUD Bangil.

 

Metrics

  • 592 views
  • 2395 downloads

Publisher

Kerta Cendekia Nursing Academy

Kerta Cendekia Nursing Academy is one of the universities in the field of health, especially nurs... see more