ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OPERATIVE CLOSED FRAKTURE FEMUR DI RSUD BANGIL PASURUAN

Dodik Tristiawan • Faida Annisa • Dini Prastyo Wijayanti
Thesis Kerta Cendekia Nursing Academy • June 2019 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 87 pages)

Abstract

Seiring dengan meningkatnya mobilitas dan jarak tempuh, manusia memerlukan alat bantu kendaraan untuk mobilitas mereka. Semakin banyaknya kendaraan bermotor maka insiden kecelakanan sangat tinggi. Insiden kecelakaan dapat menjadi penyebab terjadinya fraktur, baik kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas (Mansjoer, 2000).Fenomena pada zaman dahulu yang terjadi di masyarakat orang fraktur atau patah tulang tidak harus dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu, tetapi yang sering kita jumpai di masyara kat fraktur atau patah tulang dibawa ke sangkal putung. Sehingga fenomena di masyarakat sampai sekarang sering kita jumpai jika fraktur atau patah tulang se ring di bawah ke sangkal putung( Mulyono, 2006, dikutip oleh Sari, 2013). Kejadian fraktur yang dilaporkan Depkes RI (2007) menunjukkan bahwa sekitar 8 juta orang mengalami fraktur dengan jenis fraktur yang berbeda. Insiden fraktur di Indonesia 5,5% dengan rentang setiap provinsi antara 2,2% sampai 9%. Fraktur di sebabkan oleh beberapa penyebab seperti adanya trauma tumpul maupun terbuka, penekanan, penekuan, dll. Manifestasi klinis fraktur yaitu hilangnya fungsi anggota gerak, nyeri pembengkakan dan deformitas akibat pergeseran fragmen tulang, krepitasi akibat gesekan antar fragmen satu dengan lainnya, pembengkakan dan perubahan warna lokal pada daerah fraktur akibat trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. Kehilangan fungsi tubuh permanen merupakan kondisi yang di takutkan pasien fraktur (Smeltzer, 2002). Komplikasi awal yang dapat terjadi pada fraktur yaitu kerusakan arteri terjadi karena trauma, Compartment Syndrome terjadi karena terjebaknya otot, tulang, saraf, dan pembuluh darah dalam jaringan parut, Fat Embolism Syndrom terjadi karena sel-sel lemak yang dihasilkan bone marrowkuning masuk ke aliran darah sehingga menyebabkan tingkat oksigen dalam darah rendah, Infeksi terjadi karena sistem pertahanan tubuh rusak bila ada trauma pada jaringan, Avaskuler Nekrosis terjadi karena aliran darah ke tulang rusak atau terganggu sehingga dapat menyebabkan nekrosis tulang, dan Shockterjadi karena kehilangan banyak darah dan meningkatnya permeabilitas kapiler yang bisa menyebabkan menurunnya oksigenasi sehingga dapat menyebabkan kematian (Brunner dan Suddarth, 2002). Penulisan karya ilmiah ini dilakukan dengan tujuan untuk Mengidentifikasi asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa post op fracture femur di RSUD Bangil Pasuruan.

 

Metrics

  • 282 views
  • 694 downloads

Publisher

Kerta Cendekia Nursing Academy

Kerta Cendekia Nursing Academy is one of the universities in the field of health, especially nurs... see more