ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI LETAK SUNGSANG DI RUANG NIFAS RSUD BANGIL

Aisyah Dwi Anggraini • Marlita Dewi Lestari • Kusuma Wijaya Ridi Putra

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 122 pages)

Abstrak

Banyak penanganan yang dapat di lakukan pada ibu yang mengalami kelainan letak anak salah satunya yaitu melakukan sectio caesaria. Kehamilan bagi seorang wanita merupakan hal yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri. Kebanyakan ibu hamil yang mengalami kehamilan letak sungsang bahwa kehamilannya terasa lain yaitu perut terasa penuh di bagian atas dan gerakan bayi terasa di bagian bawah. Hal ini membuat ibu hamil tidak nyaman. Ibu hamil dengan posisi bayi sungsang umumnya juga disarankan untuk melakukan pijat perut untuk memutar posisi bayi. Padahal memijat perut saat hamil justru akan membuat ibu beresiko besar mengalami perdarahan. Sedangkan si bayi beresiko mengalami masalah lain seperti terlilit tali pusar, pecah ketuban, dan lain-lainnya (Ardiansyah, 2015). Yang dilakukan masyarakat ketika mengalami hamil sungsang adalah melakukan sujud atau secara tidak langsung melakukan sujud ketika sholat hal ini bertujuan agar posisi bayi yang semula kepala berada di atas sedangkan kaki berada dibawah dengan dilakukannya sujud diharapkan posisi bayi dapat berubah yaitu posisi kepala berada di bawah sedangkan kaki berada di atas. Kehamilan letak sungsang menurut mereka sudah biasa dan tidak dianggap membahayakan, padahal jika tidak dilakukannya penanganan yang baik pada kehamilan letak sungsang bisa membahayakan nyawa ibu dan bayinya (Mufdlilah, 2009). Menurut data WHO angka persalinan sectio caesaria di dunia terus meningkat. Berdasarkan hasil survey WHO di tiga benua yaitu Amerika latin, Afrika, dan Asia diketahui angka kejadian sectio caesaria terendah diangka yaitu 2,3% dan tertinggi di Cina angka persalinan sectio caesaria sebesar 46,2% demikian juga angka persalinan di Asia meningkat tajam. Menurut Wiknjosastro (2007) penyebab terjadinya persentase bokong adalah dari factor ibu yaitu persentasi bokong disebabkan oleh multiparitas, plasenta previa, dan panggul sempit dari factor janin yaitu hidrosefalus atau anensefalus, gemeli, hidrarrnion atau oligohidramnion, prematuritas. Melihat tingginya kasus letak sungang tersebut merupakan salah satu masalah yang cukup penting mrngingat resikonya pada saat persalinan cukup besar dan dapat mengakibatkan nyawa ibu dan bayinya dalam bahaya seperti akan mengakibatkan asfiksia janin, dapat menjadi infeksi. Sehingga perlu dilakukan operasi sesar. Namun operasi sesar bukan berarti tidak punya dampak. Dampak operasi sesar adalah rentan terkena infeksi, pemulihan pasca operasi caesaria relative lama dibandingkan persalinan normal yaitu sekitar 3 bulan, dapat mengalami rahim pecah ( uterine rupture) perempuan yang sering melakukan operasi sesar memiliki resiko lebih besar terkena kondisi pecahnya rahim. Hal ini disebabkan karena bekas luka di rahim rentan untuk robek/ hancur (Manuaba, 2008). Penyusunan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa post SC dengan indikasi letak sungsang di ruang nifas RSUD Bangil.

Metrik

  • 30 kali dilihat
  • 7 kali diunduh

Penerbit

Akademi Keperawatan Kerta Cendekia Sidoarjo

Akademi Keperawatan Kerta Cendekia Sioarjo (AKPER Kerta Cendekia) merupakan perguruan tinggi di b... tampilkan semua